DI SUSUN OLEH :
NAMA :
NOFRITS
TIRANO RIMAN
STAMBUK :
12 14 078
KELAS :
B
SEKOLAH
TINGGI ILMU FARMASI DAN PENGETAHUAN ALAM
STIFA –
PELITA MAS
PALU
2014
BAB
I
PENDAHULUAN
I. 1
Latar belakang
Masalah
kesehatan merupakan masalah yang sangat penting yang di hadapi oleh masyarakat
kita saat ini .Semakin maju teknologi di bidang kedokteran ,semakin banyak pula
macam penyakit yang mendera masyarakat.Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh
faktor tingkah laku manusia itu sendiri.Tapi apakah benar hanya faktor tingkah
laku saja yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat? Sebelum membahas
tentang masalah kesehatan masyarakat tentunya lebih baik jika kita memahami
konsep dari kesehatan masyarakat itu terlebih dahulu.
Kondisi kesehatan masyarkat Indonesia pada saat ini bisa di katakana dalam
kondisi yang sudah semakin membaik, meskipun masih ada sebagian masyarakat yang
yang hidup jauh dari pola hidup sehat. Membaiknya kesehatan masyarakat merupakan
manifestasi dari info dari media masa yang sering memberikan informasi edukatis
sehingga masyarakat terdidik secara otomatis. Pentingnya kesehatan masyarakat membuat dinas
pendidikan membuat ilmu atau fakultas yang khusus menangani kesehatan
masyarakat. Harapan pemerintah pada perkuliahan yang mmebahas tentang kesehatan
masyarakat kedepannya mampu membawa masyarakat yang sehat dan cerdas dalam
menjaga kesehatannya sendiri dan keluarga.
Ilmu kesehatan masyarakat memiliki
artian, sebagai ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup,
meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat
yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di
masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian
pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan
pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat
mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Salah satu ruang lingkup ilu
kesehatan masyarakat yang mnjadi sorotan di Indonesia adalah Gizi Masyarakat,
pembahasan berkaitan dengan gizi memang menjadi hal menarik, karena masih
banyak masyarakat yang dalam pemenuhan gizinya belum mendekati normal, artinya
anka kecukupan gizi di masyarakat Indonesia terutama di pedesaan masi sangat
rendah. Banyak masyarakat yang masih mngkonsumsi makanan satu macam sehingga nutrisinya tidak optimum, hal ini juga
yang menyebabkan banyaknya kasus seperti busung lapar kurang gizi dan lain sebagainya.
Pentingnya kesehatan masyarakat harus benar-benar mendapatkan perhatian, karena
masyarakat bisa menjadi cerminan suatu Negara. Bagaimnapun Negara bisa terus
berkembang karena ada masyarakat yang menyumbangkan SDMnya.
Sumber daya manusia yang baik tentu
dari masyarakat yang sehat. Masalah gizi menjadi sorotan khusus karena di
Indonesia sendiri masalah ini belum bisa teratasi secara tuntas, sebenarnya banyak
aspek yang melingkupi kesehatan masyarakat, seperti Epidemiologi, Biostatistik,
Kesehatan Lingkungan, Pendidikan Kesehatan dan Perilaku, Administrasi Kesehatan
Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Kesehatan Reproduksi.
I.2
Rumusan masalah
Pada makalah ini akan
di bahas mengenai konsep dari kesehatan masyarakat,yaitu antara lain:
·
Apa defenisi dari ilmu kesehatan
masyarakat?
·
Apa tujuan dari ilmu kesehatan
masyarakat?
·
Apa fungsi dari ilmu kesehatan
masyarakat?
I.3 Tujuan
·
Tujuan dibuat makalah ini
untuk memberikan sedikit informasi kepada mahasiswa mengenai konsep dasar
kesehatan masyarakat dan untuk mengetahui sejarah perkembangan pusat pelayanan
kesehatan masyarakat. Serta perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia.
·
Meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang
optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang
mereka miliki.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Sejarah ilmu
kesehatan masyarakat
Membicarakan
kesehatan masyarakat tidak terlepas dari 2 tokoh metologi Yunani, yakni
Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita mitos Yunani tersebut Asclepius
disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak
disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya tetapi
diceritakan bahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah
berdasarkan prosedur-prosedur tertentu (surgical procedure) dengan baik.
Higeia,
seorang asistennya, yang kemudian diceritakan sebagai isterinya juga telah
melakukan upaya-upaya kesehatan. Beda antara Asclepius dengan Higeia dalam
pendekatan / penanganan masalah kesehatan adalah, Asclepius melakukan
pendekatan (pengobatan penyakit), setelah penyakit tersebut terjadi pada
seseorang. Sedangkan Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan
masalah kesehatan melalui “hidup seimbang”, menghindari makanan / minuman
beracun, makan makanan yang bergizi (baik), cukup istirahat dan melakukan
olahraga.Apabila orang yang sudah jatuh sakit Higeia lebih menganjurkan
melakukan upaya-upaya secara alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut,
antara lain lebih baik dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik
daripada dengan pengobatan / pembedahan.
Dari
cerita mitos Yunani, Asclepius dan Higeia tersebut, akhirnya muncul 2 aliran
atau pendekatan dalam menangani masalah-masalah kesehatan. Kelompok atau aliran
pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit), yang
selanjutnya disebut pendekatan kuratif (pengobatan). Kelompok ini pada umumnya
terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang
melakukan pengobatan penyakit baik fisik, psikis, mental maupun
sosial.Sedangkan kelompok kedua, seperti halnya pendekatan Higeia, cenderung
melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi)
sebelum terjadinya penyakit. Kedalam kelompok ini termasuk para petugas
kesehatan masyarakat lulusan-lulusan sekolah atau institusi kesehatan
masyarakat dari berbagai jenjang. Dalam perkembangan selanjutnya maka seolah-olah
timbul garis pemisah antara kedua kelompok profesi, yakni pelayanan kesehatan
kuratif (curative health care) dan pelayanan pencegahan atau preventif
(preventive health care). Kedua kelompok ini dapat dilihat perbedaan pendekatan
yang dilakukan antara lain sebagai berikut.
Pertama,
pendekatan kuratif pada umumnya dilakukan terhadap sasaran secara individual,
kontak terhadap sasaran (pasien) pada umumnya hanya sekali saja. Jarak antara
petugas kesehatan (dokter, drg, dan sebagainya) dengan pasien atau sasaran
cenderung jauh.Sedangkan pendekatan preventif, sasaran atau pasien adalah
masyarakat (bukan perorangan) masalah-masalah yang ditangani pada umumnya juga
masalah-masalah yang menjadi masalah masyarakat, bukan masalah individu.
Hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat (sasaran) lebih bersifat
kemitraan tidak seperti antara dokter-pasien.
Kedua,
pendekatan kuratif cenderung bersifat reaktif, artinya kelompok ini pada
umumnya hanya menunggu masalah datang. Seperti misalnya dokter yang menunggu
pasien datang di Puskesmas atau tempat praktek. Kalau tidak ada pasien datang,
berarti tidak ada masalah, maka selesailah tugas mereka, bahwa masalah
kesehatan adalah adanya penyakit.Sedangkan kelompok preventif lebih
mengutamakan pendekatan proaktif, artinya tidak menunggu adanya masalah tetapi
mencari masalah. Petugas kesehatan masyarakat tidak hanya menunggu pasien
datang di kantor atau di tempat praktek mereka, tetapi harus turun ke
masyarakat mencari dan mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat, dan
melakukan tindakan.
Ketiga,
pendekatan kuratif cenderung melihat dan menangani klien atau pasien lebih
kepada sistem biologis manusia atau pasien hanya dilihat secara parsial,
padahal manusia terdiri dari kesehatan bio-psikologis dan sosial, yang terlihat
antara aspek satu dengan yang lainnya.Sedangkan pendekatan preventif melihat
klien sebagai makhluk yang utuh, dengan pendekatan yang holistik. Terjadinya
penyakit tidak semata-mata karena terganggunya sistem biologi individual tetapi
dalam konteks yang luas, aspek biologis, psikologis dan sosial. Dengan demikian
pendekatannya pun tidak individual dan parsial tetapi harus secara menyeluruh
atau holistik.
II.2 Perkembangan Kesehatan
Masyarakat di Indonesia
1.
Abad Ke-16 – Pemerintahan Belanda mengadakan
upaya pemberantasan cacar dan kolera. Dengan melakukan upaya-upaya kesehatan
masyarakat.
2.
Tahun 1807 – Pemerintahan Jendral
Daendels, melakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan dalam rangka
upaya penurunan angka kematian bayi, tetapi tidak berlangsung lama karena
langkanya tenaga pelatih.
3.
Tahun 1888 – Berdiri pusat
laboratorium kedokteran di Bandung, kemudian berkembang pada tahun-tahun
berikutnya di Medan, Semarang, surabaya, dan Yogyakarta. Laboratorium ini
menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria, lepra, cacar, gizi dan
sanitasi.
4.
Tahun 1925 – Hydrich, seorang
petugas kesehatan pemerintah Belanda mengembangkan daerah percontohan dengan
melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan di Purwokerto, Banyumas,
karena tingginya angka kematian dan kesakitan.
5.
Tahun 1927 – STOVIA (sekolah untuk
pendidikan dokter pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya
sejak berdirinya UI tahun 1947 berubah menjadi FKUI. Sekolah dokter tersebut
punya andil besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-dokter) yang
mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia.
6.
Tahun 1930 – Pendaftaran dukun bayi
sebagai penolong dan perawatan persalinan.
7.
Tahun 1935 – Dilakukan program
pemberantasan pes, karena terjadi epidemi, dengan penyemprotan DDT dan
vaksinasi massal.
8.
Tahun 1951 -Diperkenalkannya konsep
Bandung (Bandung Plan) oleh Dr.Y. Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal
dengan Patah-Leimena), yang intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat,
aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. konsep ini kemudian
diadopsi oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang kemudian dirumuskan
sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan
membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di
tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian
disebut Puskesmas.
9.
Tahun 1952 – Pelatihan intensif
dukun bayi.
10.
Tahun 1956 – Dr.Y.Sulianti
mendirikan “Proyek Bekasi” sebagai proyek percontohan/model pelayanan bagi
pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan,sebuah model keterpaduan
antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis.
11.
Tahun 1967 – Seminar membahas dan
merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan masyarakat
Indonesia. Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang
terdiri dari Puskesmas tipe A, tipe B, dan C.
12.
Tahun 1968 – Rapat Kerja Kesehatan
Nasional, dicetuskan bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan
kesehatan terpadu, yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes) menjadi
Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas disepakati sebagai
suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif
secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan
atau sebagian kecamatan di kotamadya/kabupaten.
13.
Tahun 1969 : Sistem Puskesmas
disepakati dua saja, yaitu tipe A (dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola
paramedis). Pada tahun 1969-1974 yang dikenal dengan masa Pelita 1, dimulai
program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di
tiap Propinsi.
14.
Tahun 1979 Tidak dibedakan antara
Puskesmas A atau B, hanya ada satu tipe Puskesmas saja, yang dikepalai seorang
dokter dengan stratifikasi puskesmas ada 3 (sangat baik, rata-rata dan
standard). Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang
lain, yaitu Micro Planning untuk perencanaan, dan Lokakarya Mini (LokMin) untuk
pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim.
15.
Tahun 1984 Dikembangkan program
paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana di Puskesmas (KIA, KB, Gizi,
Penaggulangan Diare, Immunisasi). Awal tahun 1990-an Puskesmas menjelma menjadi
kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan
kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan peran serta masyarakat, selain
memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
II.3 Defenisi kesehatan masyarakat
Ilmu
kesehatan masyarakat adalah salah satu mata kuliah yang wajib kesehatan, karena
Ilmu kesehatan masyarakat merupakan dasar yang akan dipelajari dan diterapkan
dalam masyarakat. dalam Ilmu kesehatan masyarakat ini tidak hanya belajar ilmu
kesehatan saja tetapi memahami kondisi masyarakat dan cara menanggulangi
kebiasaan buruk yang membuat mereka tidak sehat.
Kesehatan adalah keadaan sejahteraan badan jiwa dan sosial, yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No.23 Tahun 1992).
Kesehatan adalah keadaan sehat, baik
secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap
orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis´ (Pasal 1 butir 1 UU No.
36 Tahun 2009).
Masyarakat
adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama,
sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan tentang dirinya sebagai
satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Jadi kesehatan masyarakat adalah suatu usaha kelompok masyarakat
untuk selalu berada pada keadaan sejahtera baik badan, jiwa, dan sosial serta
hidup produktif dari segi sosial dan ekonomis.
Menurut WHO kesehatan masyarakat adalah Health is “a state of complete
physical, mental, and social well being, and not merely the absence of disease
or infirmity”
kesehehatan adalah Suatu keadaan
yang lengkap meliputi kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan bukan hanya
bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.
Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948)
Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan
meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian
masyarakat.
Menurut
profesor Winslow dari Universitas Yale (Leavel and Clark, 1958) dari adalah
ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan
fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir
untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat,
pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan
medis dan perawatan, untuk mendeteksi dini, pencegahan penyakit dan pengembangan
aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai
standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
II.4 Tujuan ilmu kesehatan
masyarakat
Kesehatan berperan penting dalam
kehidupan setiap manusia, karena :
a) kesehatan merupakan salah
satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia.
b) kesehatan sebagai suatu
syarat untuk mewujudkan perkembangan jasmani, rohani (mental), dan
sosial yang serasi,
c) kesehatan sebagai syarat
untuk melakukan aktivitas secara optimal dan pada gilirannya akan berpengaruh
terhadap prestasi dan produktivitas.
Menyadari arti dan peran penting
kesehatan, maka Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Kesehatan
turut mencanangkan program Kesehatan Bagi Semua tahun 2000 (Health or All by the year 2000). Tujuannya agar masyarakat Indonesia,
baik di perkotaan maupun di pedesaan menjadi masyarakat yang sehat dan kuat
untuk melaksanakan pembangunan nusa dan bangsa kita yang kini sedang
giat-giatnya dilakukan. Hal ini merupakan rekomendasi dari konferensi kesehatan
se dunia di Alma Ata, Kazhaktan, tahun 1978.
Upaya kesehatan adalah
setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh
pemerintah dan/atau masyarakat. Hal ini berarti, bahwa dalam rangka mewujudkan
derajat kesehatan ini, kesehatan pribadi, kelompok, atau masyarakat harus
diupayakan. Upaya mewujudkan kesehatan ini dilakukan oleh pribadi, kelompok,
masyarakat, baik secara lembaga oleh pemerintah, ataupun swadaya masyarakat
(LSM). Dilihat dari sifat upaya mewujudkan kesehatan tersebut dapat dilihat
dari dua aspek,yaitu pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan.
Pemeliharaan kesehatan
mencakup 2 aspek juga, yakni: preventif (pencegahan penyakit) dan promotif
(peningkatan kesehatan) itu sendiri. Kesehatan perlu ditingkatkan karena
kesehatan seseorang itu relatif dan mempunyai bentangan yang luas. Oleh sebab
itu, upaya kesehatan promotif mengandung makna kesehatan seseorang, kelompok
atau pribadi harus selalu diupayakan sampai ke tingkat kesehatan yang optimal.
Kesehatan bukanlah
segalanya, akan tetapi tanpa kesehatan segalanya itu tiada arti. Pada dasarnya
setiap orang sangat mengidam-idamkan kondisi tubuh yang sehat. Mengapa
demikian? Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Tujuan usaha
Kesehatan Masyarakat ialah agar setiap warga masyarakat dapat mencapai derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya baik jasmani, rohani, maupun sosialnya serta
diharapkan berumur panjang.
II.5 Fungsi ilmu kesehatan
masyarakat
Ilmu kesehatan mempunyai
fungsi yang penting sekali dalam masyarakat. Ilmu Kesehatan yang khusus
berhubungan langsung dengan masyarakat disebut Ilmu Kesehatan masyarakat (Ilmu
Kesehatan Sosial). Nama lain yang diberikan untuk itu ialah Social, Hgyene,
Preventive Medicine, Constructive medicine, dan lain-lain.
Tugas Ilmu Kesehatan
masyarakat tidak enteng. Kecepatan membawa masyarakt dari nilai kesehatan yang
rendah sampai ke taraf yang lebih tinggi sebagian besar tergantung pada
masyarkat sendiri. Penjelasan atau penerangan tentang hidup sehat dapat
diberikan dengan bermacam-macam cara, misalnya lewat siaran radio, surat kabar,
majalah, bioskop rakyat, penerangan di tempat orang banyak berkumpul, plakat,
dan lain-lain.
Pada dasarnya Ilmu Kesehatan dibagi dalam 2 bagian yang
besar, yakni:
ü Ilmu Kesehatan perseorangan (personal hygiene)
ü Ilmu Kesehatan social (social hygiene)
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
1)
Ilmu
kesehatan masyarakat adalah salah satu mata kuliah yang wajib kesehatan, karena
Ilmu kesehatan masyarakat merupakan dasar yang akan dipelajari dan diterapkan
dalam masyarakat. dalam Ilmu kesehatan masyarakat ini tidak hanya belajar ilmu
kesehatan saja tetapi memahami kondisi masyarakat dan cara menanggulangi
kebiasaan buruk yang membuat mereka tidak sehat.
2)
Kesehatan masyarakat adalah suatu usaha kelompok
masyarakat untuk selalu berada pada keadaan sejahtera baik badan, jiwa, dan
sosial serta hidup produktif dari segi sosial dan ekonomis.
3)
Ilmu kesehatan masyarakat memiliki
artian, sebagai ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup,
meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat
yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di
masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian
pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan
pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat
mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
4) Tujuan usaha Kesehatan
Masyarakat ialah agar setiap warga masyarakat dapat mencapai derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya baik jasmani, rohani, maupun sosialnya serta diharapkan
berumur panjang.
5) Ilmu kesehatan mempunyai fungsi yang penting sekali dalam
masyarakat. Ilmu Kesehatan yang khusus berhubungan langsung dengan masyarakat
disebut Ilmu Kesehatan masyarakat (Ilmu Kesehatan Sosial).
III.1 Saran
Makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, penulis berharap untuk makalah selanjutnya akan lebih baik
lagi. Dan semoga makalah ini dapat menjadi pembelajaran bagi pembaca.
DAFTAR
PUSTAKA